Selasa, Agustus 25, 2009

Lawu 1994 - 2009





SEGENGGAM DOA DARI PUNCAK HARGO DUMILAH (3265 m dpl)
Minggu, 17 Agustus 2009
by: Rotmi


"Terima kasih, Tuhan... Hanya karena karunia-Mu kami dapat menginjakkan kaki di tempat ini lagi setelah 15 tahun berlalu. Sesungguhnya gunung-gemunung dan seluruh alam semesta tunduk pada keteraturan takdir-Mu. Maka, apalah artinya kami yang lemah ini di bawah kemahabesaran-Mu?"

"Dan pada hari yang penuh makna ini, hari dimana negeri kami Indonesia Raya Engkau ridhoi untuk merdeka sejak 64 tahun lalu, kami rangkaikan sekedar-kedarnya pengharap pada-Mu: agar negeri ini kelak benar-benar merdeka dan merdeka yang sebenar-benarnya. Sekarang belum, ya Tuhan... kami belum merdeka. Kami masih dijajah oleh kemiskinan, keterbelakangan juga kejumudan yang boleh jadi semua itu adalah muara dari tabiat para oknum yang Engkau amanati kepemimpinan tapi mereka khianati dengan perbuatan tengik macam korupsi kolusi dan nepotisme. Kami juga masih dijajah oleh kepentingan-kepentingan asing yang berkalikong dengan mereka - para oknum pengkhianat itu - merenggut dan memperkosa alam kekayaan kami, yang sejatinya adalah hak anak-cucu kami. Pun kami masih dijajah oleh tangan-tangan laknat terorisme yang entah dari mana asalnya dan dengan lancang mengatasnamakan-Mu dalam menebarkan tindakannya. Ampunilah kami ya Tuhan... Ampunilah kami... Dan mohon, kelak benar-benar merdekakanlah kami dengan sebenar-benarnya kemerdekaan... Kabulkanlah, Wahai Sang Kuasa..."

Foto-foto:
1. Detik-detik pengibaran Sang Merah Putih di Telaga Kuning, Gunung Lawu.
2. Barisan peserta upacara.
3. Tim Fakultas Teknik UMP (dari kiri) Agus Dian, Ade "Bung Tomo", Rochani, Bruri dan saya.
4. Ekspedisi Lawu 15 tahun yang lalu (dari kiri) Mujib, Tri, saya dan Agus BI.

File terkait: Upacara 17 Agustus di Puncak Semeru tahun 1996.

2 komentar:

Herdoni Wahyono mengatakan...

Semoga peringatan hari kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2009 di puncak Gunung Lawu membawa hikmah yang mendalam di hati.
Peringatan yang unik dan langka karena dilakukan di puncak Gunung Lawu yang tingginya 3.265 m dpl.

ROTMIANTO mengatakan...

Terima kasih commentnya, Pak Herdoni. Alhamdulillah, tahun 1996 dulu saya juga pernah 17 Agustusan di Puncak Semeru (3.676 m dpl). Tapi masih banyak yg lebih hebat dari itu. Sebetulnya tidak masalah kita memperingatinya dari mana saja, karena tujuannya adalah sama: yaitu semata-mata untuk menunjukkan betapa kita semua mencintai negeri ini, Indonesia Raya.