Tampilkan postingan dengan label Lawu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lawu. Tampilkan semua postingan

Minggu, Januari 03, 2021

Kisah Pendaki Tua: Lawu Tahun Baru 2021

Singkat cerita, ini adalah kisah pendaki-pendaki tua ngotot yang katanya gantung carrier, eh ternyata nekat mendaki lagi. Hehehe... Bagaimanapun, Alhamdulillah diberi kesempatan kembali ke Gunung Lawu untuk mengawali tahun 2021 yang semoga lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya, Insyaallah. Salam damai, salam rimba, salam sehat, dan sejahtera untuk semua. Teriring harapan semoga pandemi lekas berlalu. Siapa tahu kelak juga bisa comeback ke Semeru atau Rinjani. Syukur-syukur ke Kerinci atau Cartenz. Hehehe.
Tapi kami tidak menargetkan sampai ke Puncak, kok. Apalagi cuaca tidak bersahabat. Sadar usia, menjelang setengah abad. Hahaha! Kami hanya sampai Pos 3 terus ngecamp semalam, lalu turun. Mampir Studio Alam, yang terletak antara Basecamp dan Pos 1. Itu saja rasanya sudah masyaallah banget. Kereeen....

Selasa, Agustus 25, 2009

Lawu 1994 - 2009

SEGENGGAM DOA DARI PUNCAK HARGO DUMILAH (3265 m dpl) Minggu, 17 Agustus 2009 by: Rotmi
"Terima kasih, Tuhan... Hanya karena karunia-Mu kami dapat menginjakkan kaki di tempat ini lagi setelah 15 tahun berlalu. Sesungguhnya gunung-gemunung dan seluruh alam semesta tunduk pada keteraturan takdir-Mu. Maka, apalah artinya kami yang lemah ini di bawah kemahabesaran-Mu?" "Dan pada hari yang penuh makna ini, hari dimana negeri kami Indonesia Raya Engkau ridhoi untuk merdeka sejak 64 tahun lalu, kami rangkaikan sekedar-kedarnya pengharap pada-Mu: agar negeri ini kelak benar-benar merdeka dan merdeka yang sebenar-benarnya. Sekarang belum, ya Tuhan... kami belum merdeka. Kami masih dijajah oleh kemiskinan, keterbelakangan juga kejumudan yang boleh jadi semua itu adalah muara dari tabiat para oknum yang Engkau amanati kepemimpinan tapi mereka khianati dengan perbuatan tengik macam korupsi kolusi dan nepotisme. Kami juga masih dijajah oleh kepentingan-kepentingan asing yang berkalikong dengan mereka - para oknum pengkhianat itu - merenggut dan memperkosa alam kekayaan kami, yang sejatinya adalah hak anak-cucu kami. Pun kami masih dijajah oleh tangan-tangan laknat terorisme yang entah dari mana asalnya dan dengan lancang mengatasnamakan-Mu dalam menebarkan tindakannya. Ampunilah kami ya Tuhan... Ampunilah kami... Dan mohon, kelak benar-benar merdekakanlah kami dengan sebenar-benarnya kemerdekaan... Kabulkanlah, Wahai Sang Kuasa..."
Foto-foto: 1. Detik-detik pengibaran Sang Merah Putih di Telaga Kuning, Gunung Lawu. 2. Barisan peserta upacara. 3. Tim Fakultas Teknik UMP (dari kiri) Agus Dian, Ade "Bung Tomo", Rochani, Bruri dan saya. 4. Ekspedisi Lawu 15 tahun yang lalu (dari kiri) Mujib, Tri, saya dan Agus BI.
File terkait: Upacara 17 Agustus di Puncak Semeru tahun 1996.